Oleh. Syaiful Hidayat
Siang ini terjadi kejadian yang cukup menjengkelkan, tetapi juga sedikit menggelitik. Awalnya, saya berangkat dari Warkop Bening di Ngagel menuju Masjid Baitul Muslim, Surabaya, untuk menunaikan salat Jumat. Seperti biasa, saya memilih memakai sandal karena lebih praktis dan nyaman dibandingkan sepatu.
Semua berjalan lancar hingga salat Jumat selesai. Namun, saat keluar masjid dan menuju tempat sandal, saya terkejut mendapati sandal saya hilang! Saya mencarinya ke sana-sini, tetapi tetap tidak menemukan jejaknya.
Untungnya, saya punya kebiasaan menyimpan alas kaki cadangan di jok motor. Kali ini, sepatu yang saya bawa menjadi penyelamat. Meski sedikit kecewa, saya terpaksa memakai sepatu itu untuk melanjutkan perjalanan. Rasanya agak aneh karena awalnya berniat santai dengan sandal, tetapi malah pulang bersepatu.
Mungkin ini pelajaran penting. Jangan terlalu percaya diri meninggalkan sandal di tempat umum. Atau, mungkin saya perlu mulai menggunakan sandal yang lebih biasa agar tidak menarik perhatian. Semoga ini menjadi pengalaman terakhir kehilangan sandal saat salat Jumat.
Masjid Baitul Muslim, 13 Desember 2024

SYAIFUL HIDAYAT lahir di Desa Paberasan pada tanggal 7 Juli 1995. Saat ini, ia dikenal sebagai seorang jurnalis dan penulis buku. Sebagai seorang penulis, Syaiful telah berkontribusi dalam media massa dengan artikel-artikel yang memberikan inspirasi dan dampak positif. Karya tulisnya seperti “Sembako untuk Pengguna Ojek” dan “Sembako untuk Mahasiswa” yang dimuat di Surat Kabar Surya pada tahun 2020 dan 2021 merupakan contoh kontribusinya dalam menyuarakan isu-isu sosial dan pendidikan.
Untuk kontak lebih lanjut, Syaiful dapat dihubungi melalui email syaifulh456@gmail.com atau melalui HP/WA di nomor 085784831449. Informasi lebih lanjut tentang aktivitasnya dapat ditemukan di Instagram dengan akun @bung.syaiful.


