Rintik hujan turun di malam minggu,
ketika aku tak bisa berada di sisimu.
Biarlah angin membawa rinduku,
meski jarak tak pernah mau mengalah.

Di bawah cahaya lalu yang temaram,
namamu hadir seperti doa yang diam-diam kupanjatkan.
ada harapan yang tumbuh perlahan,
menemani setiap detak yang menyebut namamu pelan.

Izinkan malam ini menjadi saksi,
bahwa perasaan ini hanya untuk mu.
Walalu tak terucap di depanmu kini,
hatiku selalu berjalan menuju dirimu.

Malam semakin dalam dan sunyi,
namun rinduku terus menyala lembut.
Semkga esok mempertemukan kita kembali,
agar hujan dan rindu menemukan rumahnya – di pelukanmu.

Tegalsari, 22 November 2025