Dalam setiap perjalanan menuju tanah suci, momen keberangkatan menjadi saat yang penuh makna bagi setiap jamaah. Namun, keistimewaan yang tak terlupakan terjadi ketika saudara kandung atau kakak kedua saya bersama istri berangkat haji, diantarkan oleh keluarga besar menuju Bandara Juanda Sidoarjo.

Kebersamaan keluarga dalam momen penting ini memberikan nuansa yang begitu mendalam. Terbayang bagaimana kehangatan dan doa-doa yang mengalir dari setiap anggota keluarga saat mereka beriringan mengantar keberangkatan saudara atau kakak kedu saya beserta istrinya. Bahkan sejak persiapan awal, kehadiran keluarga menjadi sumber kekuatan dan dukungan yang tak ternilai.

Tak hanya sebagai perpisahan, momen di Bandara Juanda menjadi panggung emosional bagi keluarga besar. Senyum haru dan pelukan erat melintasi ruang keberangkatan, mengisyaratkan doa-doa terbaik bagi keselamatan dan kelancaran perjalanan haji yang suci.

Kehadiran keluarga dalam prosesi keberangkatan ini juga menjadi simbol kebersamaan dan dukungan yang tak tergantikan. Mereka bukan hanya menyaksikan, namun turut merasakan kebahagiaan dan keharuan atas kesempatan berharga ini.

Dalam perjalanan yang akan menjadi titik balik spiritual, kehadiran keluarga menjadi pijakan yang kokoh bagi kakakku beserta istrinya. Dalam setiap doa yang terucap, mereka membawa harapan dan keberkahan dari keluarga yang mencintai dan mendukung mereka sepenuh hati.

Perjalanan ini bukan hanya tentang menunaikan ibadah haji, namun juga tentang mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dalam keluarga. Semoga setiap langkah yang diambil menuju tanah suci menjadi berkah yang melimpah, dan kebersamaan keluarga tetap terjaga di setiap jengkal perjalanan kehidupan. Semoga ibadah haji nanti kakak bersama istri menjadi ibadah yang mabrur. Aamiin. (bersambung)

Surabaya, 5 Juni 2024