Penularan dan penyebaran virus korona masih terus menyebar dan menginfeksi banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya itu saja, pandemi covid-19 ini sangat berdampak pada perekonomian yang hampir seluruh lapisan masyarakat kehilangan pekerjaan. Salah satunya karyawan maupun kena PHK.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (JA FE Unesa) terus berupaya membantu kondisi ekonomi keluarga karyawan yang belum memperoleh pendapatan yang layak, memerlukan bantuan agar tetap bisa sejahtera di tengah wabah Covid-19.

Lima dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (JA FE Unesa), turut dalam pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk Pendampingan pengelolaan keuangan bagi keluarga terdampak covid-19. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan tidak tetap Fakultas Ekonomi (TTKK) dan tenaga ourtsourcing cleaning services sebanyak 27 orang dengan tetap menjaga jarak dan patuhi protokol kesehatan di Gedung G6 lantai 3 Fakultas Ekonomi Unesa, Kampus Ketintang, Surabaya.

Susi Handayani mengatakan bahwa pengetahuan dan pemahaman mengenai keuangan sangat penting bagi masyarakat untuk membantu setiap orang dalam menyelesaikan permasalahan keuangan

“Kondisi pandemi ini banyak yang mengakibatkan  masyarakat kehilangan pekerjaan, daya beli masyarakat yang rendah menjadikan kegiatan ekonomi lesu. Sebab, persoalan keuangan sudah menjadi hal yang sangat mendasar bagi kehidupan. Pengetahuan keuangan yang baik akan membantu seseorang dalam menyusun perencanaan dan pengelolaan keuangan baik untuk diri atau keluarganya,” jelas ketua tim PKM.

Ketua tim PKM menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini  untuk mengetahui perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, diharapkan tenaga kependidikan tidak tetap (TKTT) dan tenaga outsourcing cleaning service di lingkungan Fakultas Ekonomi bisa mengelola keuangan dengan baik untuk kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga dan masa depannya. “Fenomena masyarakat saat ini yang konsumtif perlu diberikan pencerahan agar lebih produktif, disiplin menabung serta dapat mengelola pendapatannya, sehingga diharapkan masyarakat bisa terbebas dari kesulitan keuangan di luar kemampuannya”,tuturnya.

Pengetahuan pengelolaan keuangan keluarga yang diperoleh diharapkan bisa membangun optimisme dan kreatifitas selama masa pandemi. Kemampuan mencari sumber pendapatan tambahan di tengah pandemi juga dapat membantu ekonomi keluarga.

“Selain edukasi, tim PKM kami memberikan bantuan berupa sembako secara langsung dalam rangka untuk membantu kebutuhan harian agar dapat meringankan beban keluarga. Hasil dari pelaksanaan PKM ini diharapkan bisa membantu kesejahteraan TKTT dan tenaga cleaning service dalam menambah literasi keuangan serta bijak dalam mengelola keuangan” ucap Ketua tim PKM FE Unesa, Susi Handayani.

“Perencanaan keuangan adalah sebuah proses pengelolaan keuangan yang dimiliki untuk mendapat keputusan keluarga atau pribadi di masa depan. Dalam perencanaan keuangan tersebut, pemilik dana atau keluarga dapat melakukan pengendalian atau memantau seluruh aktivitas keuangan yang dibuatnya. Perencanaan keuangan menjadi acuan keluarga atau perorangan untuk melakukan pengeluaran atau menabung atau berinvestasi. Perencanaan keuangan sangat penting bagi semua pihak karena membantu para pihak dalam menjalani kehidupannya,” tuturnya.

Selama kegiatan berlangsung, faktor pendukungnya cukup banyak, di antaranya adalah besarnya minat dan antusiasme peserta, sehingga kegiatan berlangsung secara lancar dan efektif. Faktor pendukung lainnya adalah pengetahuan tim pelaksana yang cukup memadai sehingga ketika sesi pertanyaan berlangsung, tim pelaksana dapat menjawab secara lugas dan jelas.

“Di akhir kegiatan peserta diberikan kuesioner sebagai bahan evaluasi kegiatan pelatihan. Aktivitas evaluasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat pemahaman, tanggapan, dan masukan dari peserta. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan PKM dapat diketahui bahwa 92% peserta (24 orang) menyampaikan bahwa materi pelatihan merupakan hal baru.

Berkaitan dengan item pertanyaan 2 diperoleh hasil bahwa sebanyak 35% peserta (9 orang) menyampaikan bahwa materi pelatihan cukup membantu mereka dalam mengelola keuangan, namun 65% peserta (17 orang) menyampaikan bahwa materi pelatihan sangat membantu mereka dalam mengelola keuangan.”pungkasnya.

Selain itu para karyawan tidak tetap dan tenaga outsourching cleaning service sangat senang dan bahagia mendapatkan bantuan dari tim PKM. Apalagi dengan edukasi itu, bisa mengingat akan penting menjaga hidup sehat dan cara membuat perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik selama masa pandemi.