Beberapa waktu lalu, saya mengalami kejadian yang kembali mengingatkan saya saat laptop saya mengalami masalah serius. Waktu itu, laptop saya hanya bisa menyala sebagian; layarnya berkedip-kedip tetapi tidak mau menyala sepenuhnya.
Akhirnya, saya langsung memutuskan untuk membawanya ke tempat servis komputer terdekat di daerah Sedati, Sidoarjo. Setelah diperiksa oleh teknisinya, mereka menemukan beberapa komponen yang rusak dan berhasil menggantinya dengan biaya sebesar 400 ribu.
Tidak masalah harus mengeluarkan biaya sebanyak itu, yang penting laptop kembali normal dan bisa digunakan seperti biasa. Rasanya senang bisa bekerja dengan lancar menggunakan laptop setelah melalui perbaikan tersebut.
Namun, seiring berjalannya waktu, hari ini saya dihadapkan dengan masalah baru yang cukup membuat cemas. Tiba-tiba adaptor charger laptop tidak berfungsi seperti seharusnya. Saat saya mencoba menghubungkannya ke beberapa colokan, lampu indikator pada charger menyala, tetapi baterai laptop tidak menunjukkan tanda-tanda mengisi.
Awalnya, saya berpikir mungkin colokannya kurang kencang atau ada gangguan kecil. Namun, setelah beberapa kali mencoba, hasilnya tetap sama. Baterai laptop tidak terisi, dan saya khawatir masalah ini mungkin disebabkan oleh charger yang rusak dan harus diganti.
Saya merasa bingung harus bagaimana. Di sisi lain, charger adalah perangkat yang cukup penting karena tanpa itu laptop tidak bisa menyala dalam waktu lama. Mau tidak mau, saya harus berhenti sejenak dan tidak menggunakan laptop malam ini.
Untuk sementara, saya harus bersabar karena tidak bisa menggunakan laptop untuk bekerja. Besok, saya berencana pergi ke toko aksesoris komputer di Plaza Marina untuk membeli charger adaptor laptop agar bisa kembali bekerja dengan laptop kesayangan saya. Kenapa? Karena laptop ini saya peroleh dengan usaha keras pada tahun 2020, dan sampai saat ini masih menjadi andalan saya.
Laptop ini juga sangat berharga bagi saya, satu-satunya yang berhasil saya beli dari hasil menabung ketika masih bekerja sebagai desainer grafis lepas. Sampai saat ini, saya masih bekerja sebagai desainer grafis lepas dan menerima jasa desain apa pun.
Teringat dulu saat saya masih menggunakan notebook yang sangat lemot, memerlukan kesabaran yang tinggi. Notebook itu saya gunakan dari tahun 2016 saat masih kuliah S1, hingga akhirnya pada tahun 2020 saya bisa menggantinya dengan laptop Lenovo bekas seharga 1 juta.
Sedati, 5 November 2024

SYAIFUL HIDAYAT lahir di Desa Paberasan pada tanggal 7 Juli 1995. Saat ini, ia dikenal sebagai seorang jurnalis dan penulis buku. Sebagai seorang penulis, Syaiful telah berkontribusi dalam media massa dengan artikel-artikel yang memberikan inspirasi dan dampak positif. Karya tulisnya seperti “Sembako untuk Pengguna Ojek” dan “Sembako untuk Mahasiswa” yang dimuat di Surat Kabar Surya pada tahun 2020 dan 2021 merupakan contoh kontribusinya dalam menyuarakan isu-isu sosial dan pendidikan.
Untuk kontak lebih lanjut, Syaiful dapat dihubungi melalui email syaifulh456@gmail.com atau melalui HP/WA di nomor 085784831449. Informasi lebih lanjut tentang aktivitasnya dapat ditemukan di Instagram dengan akun @bung.syaiful.


