Oleh. Syaiful Hidayat

Bulan syakban memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi keislaman. Pada bulan inilah umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sholawat kepada baginda Rasulullah SAW, disertai dengan meningkatkan bacaan Al Quran dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Anjuran ini bukan tanpa alasan, sebab bulan syakban dikenal sebagai bulan yang dicintai Rasulullah SAW.

Dalam khazanah keilmuan Islam disebutkan bahwa terdapat tiga bulan yang dimuliakan secara khusus. Bulan rajab dikenal sebagai bulan Allah SWT, bulan syakban disebut sebagai bulan Rasulullah SAW, sedangkan bulan ramadan merupakan bulan umat Nabi Muhammad SAW.

Pembagian ini menggambarkan kesinambungan spiritual: rajab sebagai momentum penyucian, syakban sebagai masa memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, dan ramadan sebagai puncak pengabdian umat kepada Allah SWT.

Keutamaan bulan syakban semakin nyata dengan hadirnya malam nisfu syakban. Malam yang penuh keberkahan ini diyakini sebagai salah satu waktu istimewa untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada tahun ini, malam nisfu syakban jatuh pada Senin malam Selasa, 2 Februari 2026.

Di malam nisfu syakban, umat Rasulullah SAW dianjurkan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan kebaikan. Memperbanyak istigfar sebagai bentuk permohonan ampun, berzikir untuk menenangkan hati, melantunkan sholawat sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW, serta membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Dengan menghidupkan bulan syakban dan khususnya malam nisfu syakban, diharapkan hati umat Islam semakin bersih, cinta kepada Rasulullah SAW semakin kuat, dan kesiapan spiritual menyambut bulan suci ramadan semakin sempurna.

Waru, 30 Januari 2026