GADISku, didadaku namamu berjalan dengan tenang,
seperti angin siang yang merawat sunyi.
Kau selalu yang menjadi pertama, bukan karena diminta,
melainkan karena hatiku menemukan rumah dalam tatapmu.

Tak ada lain, hanya engkau yang bertahan di ruang terdalam.
Di setiap langkah yang ragu, bayangmu menjadi penuntun.
Cintamu tak pernah meminta tepuk tangan,
cukup keberadaanmu yang membuat hidup terasa lebih utuh.

Indrapura, 21 November 2025