Badan ini ingin rehat sejenak,
menutup hari tanpa beban yang menghimpit langkah.
Namun letih ini datang begitu deras,
membuat kepala berputar dan tubuh memanas.
Dua hari penuh aku mencoba pulih,
mengistirahatkan raga sekaligus pikiran yang kusut.

Meski pekerjaan menumpuk seperti gelombang,
aku tahu tak semua bisa kutuntaskan saat tenaga hilang.
Kesendirian kadang terasa sunyi dan panjang,
tetapi aku tetap berdiri, meski perlahan dan goyah.
Ada harapan kecil yang terus kugenggam,
seperti cahaya yang tak pernah padam.

Dan di tengah kelelahan yang menjerat erat,
aku menemukan alasan untuk kembali kuat.
Bayang senyummu hadir begitu hangat,
menyelimuti malam yang semestinya berat.
Semoga esok aku benar-benar sembuh,
agar bisa menapaki hari dengan rindumu yang kusebut-sebut.

Sedati, 29 November 2025