Di tengah hari yang panas menyengat,
segelas es teh di warkop terasa begitu nikmat.
Namun kesejukan sesungguhnya bukan dari minuman,
melainkan dari senyummu yang meredaikan segala kepenatan.

Meski terik menari di atas kepala,
hadirmu menjelma semilir yang tak bisa dijelaskan kata.
Setiap lengkung senyummu seperti bayang rindang,
tempat hatiku beristirahat tanpa pernah merasa bimbang.

Jika dunia memanas oleh waktu dan jarak,
engkaulah teduh yang tak pernah retak.
Dalam pandangmu,
aku menemukan rumah,
tempat cinta menetap dengan penuh ramah.

Podomampir, 28 November 2025