Syahwat merupakan sesuatu yang tidak pantas diperlihatkan baik oleh laki-laki maupun perempuan kepada orang yang bukan mahramnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), syahwat berarti nafsu atau keinginan untuk bersetubuh maupun keberahian, baik pada laki-laki (ikhwan) maupun perempuan (akhwat). Adapun nafsu dalam KBBI diartikan sebagai keinginan kuat yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang menjurus pada kemaksiatan dan menjauhkan diri dari perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sementara itu, maksiat merupakan salah satu langkah yang berasal dari setan, yaitu makhluk yang durhaka dan tidak mengikuti perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai laki-laki maupun perempuan yang beriman, kita diwajibkan untuk tidak mengikuti dorongan nafsu atau langkah-langkah setan yang mengarah kepada perbuatan maksiat. Syahwat dan maksiat mampu menjerumuskan manusia ke dalam api neraka. Bahkan setan sangat bergembira ketika ada umat Rasulullah yang melakukan perbuatan buruk atau bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, sebagai orang beriman marilah kita terus meningkatkan ketakwaan dan selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui berbagai amalan kebaikan seperti salat, puasa, dan menjaga pandangan.

Pada masa sekarang, banyak orang dengan mudah mengumbar aurat dan memperlihatkan keindahan tubuh kepada yang bukan mahramnya. Terkadang kita sulit menghindar dari situasi ketika tanpa sengaja melihat sesuatu yang tidak pantas dilihat. Padahal syahwat dan nafsu merupakan salah satu cara setan untuk menyesatkan manusia agar melakukan dosa. Setan berusaha dengan berbagai cara agar manusia terjerumus dan durhaka kepada Tuhannya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tips Melawan Syahwat

Syahwat adalah godaan yang berbahaya dan sering kali sulit dihindari. Ada beberapa cara untuk mengatasinya sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis, di antaranya adalah memperbanyak istigfar, memalingkan pandangan, berpuasa, dan senantiasa mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lebih baik kita menjaga pandangan daripada melihat sesuatu yang tidak pantas. Apabila tanpa sengaja melihat hal yang tidak pantas, maka palingkanlah pandangan atau alihkan tubuh sambil membaca istigfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Melihat sesuatu yang membangkitkan syahwat dapat menjerumuskan kita ke dalam dosa. Terutama mata, karena darinya sering kali muncul jalan menuju perbuatan maksiat yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memang menjaga pandangan bukanlah hal yang mudah, tetapi akan lebih sulit lagi jika kita terbiasa menikmati dorongan syahwat tanpa berusaha menghindarinya.

Oleh sebab itu, kita perlu terus berusaha memperbaiki diri dan menjaga pandangan, khususnya pandangan mata. Puasa dapat menjadi benteng yang kuat untuk menahan syahwat. Selain itu, perbanyaklah mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan beristigfar dan memohon ampun kepada-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab.