Fenomena Gerhana bulan ini merupakan salah satu bentuk bukti kebesaran maupun kekuasaan Allah subhanallah wata’ala. Dengan itulah, Pengurus Takmir Masjid Al Hidayah menggelar salat gerhana bulan pada saat berlangsungnya gerhana bulan total yang jatuh pada hari rabu (25/05/2021) mulai jam 18.00 WIB (Ba’da Magrib) di Ruang Utama Masjid Al Hidayah yang berlokasi di Jalan Permata Jambangan No. 21 Surabaya, Jawa Timur.
Dalam pelaksanaan salat gerhana bulan berjamaah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Adapun, imam dan khatib salat gerhana bulan yaitu Dr. M. Masrur Huda, S.S., M.Pd.I dari Direktur Pascasarjana Unsuri Sidoarjo dan Da’I Internasional. Untuk tema khotbah salat gerhana bulan gerhana total mengangkat tema “Hikmah Gerhana sebagai Peringatan dan Muhasabah diri untuk meninggalkan kemaksiatan dan menjalankan kebaikan”.
Salat gerhana bulan ini dilakukan dua rakaat yang dilakukan sesuai tuntunan. Setelah melaksanakan salat, para jamaah Masjid Al Hidayah mendengarkan khutbah dari imam salat gerhana bulan, Dr. Masrur Huda mengajak para jamaah untuk terus meningkatkan keimaman dan ketakwaan kepada Allah subhanallahu wata’ala. Di samping itu, memperbanyak dzikir, berdoa, istighfar, dan sedekah.
“Maka, kesempatan fenomena ini jangan sia-siakan untuk meminta ampunan kepada Allah melalui berdzikir, berdoa, beristighfar, dan sedekah”, ujar Masrur Huda.
“Fenomena gerhana bulan ini hendaknya sebagai renungan bagi kita semua ini. untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan melalui memperbanyak beribadah dan meninggalkan kemaksiatan. Karena, kemaksiatan ini sangat berbahaya bagi kita dan justru menjauhkan kita dengan Allah subhanallah wata’ala.
Apalagi, fenomena ini sangat langka sebagai tanda-tanda kebesaran atau kekuasaan Allah. Maka, kita sebagai umat islam terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanallu wata’ala dengan meninggalkan kemaksiatan serta memperbanyak beribadah”, kata dia.
Ketua Takmir Masjid Al Hidayah, Muhammad Sjamsul Hanafy mengatakan bahwa fenomena gerhana bulan ini sebagai instropeksi diri maupun muhasabah diri. Selain itu, ibadah kita terus ditingkatkan dan menjauhkan kemaksiatan, ujarnya.
“kami berharap dengan adanya fenomena peristiwa gerhana bulan total ini yang terjadi masih masa pandemi covid-19, bagi seluruh umat islam bisa dijadikan sebagai muhasabah diri dan terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanallah wata’ala serta meninggalkan atau menjauhkan kemaksiatan,”tandasnya.

SYAIFUL HIDAYAT lahir di Desa Paberasan pada tanggal 7 Juli 1995. Saat ini, ia dikenal sebagai seorang jurnalis dan penulis buku. Sebagai seorang penulis, Syaiful telah berkontribusi dalam media massa dengan artikel-artikel yang memberikan inspirasi dan dampak positif. Karya tulisnya seperti “Sembako untuk Pengguna Ojek” dan “Sembako untuk Mahasiswa” yang dimuat di Surat Kabar Surya pada tahun 2020 dan 2021 merupakan contoh kontribusinya dalam menyuarakan isu-isu sosial dan pendidikan.
Untuk kontak lebih lanjut, Syaiful dapat dihubungi melalui email syaifulh456@gmail.com atau melalui HP/WA di nomor 085784831449. Informasi lebih lanjut tentang aktivitasnya dapat ditemukan di Instagram dengan akun @bung.syaiful.


