Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah masa penentuan yang dilakukan pasar saham oleh bursa efek Indonesia. Di mana IHSG akan memberikan peluang penguat bagi investor karena sebelumnya libur panjang, pekan yang lalu IHSG mengalami pergeseran melemah 0,31 persen menjadi 5.128,23 masa pasar perdagangan pada hari selasa, kutip (kompas.com, 27/10/2020)

Apabila, para investor salah mengambil keputusan akan terjadi kembali melemah seperti pekan lalu. Hal itulah perlu berhati-hati memilih saham dengan baik agar bisa menguat IHSG tersebut. Kondisi pandami ini banyak sekali berdampak pada investor baik asing maupun lokal.

Sentimen-sentimen ini yang harus kita dilakukan dengan berbagai strategi-strategi, agar bisa menguat IHSG. Selain itu juga akan menguntungkan bagi para investor. Karena banyaknya permasalahan yang menimpa para investor-investor, maka pemberitaan tentang mulai dari isu-isu polemik undang-undang yang menimbulkan pro kontra, lockdown, PSBB pelbagai negara seluruh dunia termasuk Indonesia serta cenderung bersifat negatif.

Pada hari sama, ada dua peristiwa yang menganalisis pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan kembali mengalami penurunan seperti pekan lalu di bawah 5.130 dengan melalui aksi profit talking. Rekomendasi Panin sekuritas memberikan bahwa kondisi ini sebagai pengujian level akan terulang kembali. Sentimen-sentimen nanti di pasar saham yang ditunggu adalah pertumbuhan ekonomi, laporan keuangan, dan hasil pilpres AS. (insight.kontan.co.id, 02/11/2020). Sementara itu jumlah kasus covid-19 ini akan meningkat di Amerika dan Eropa yang menyebabkan indeks saham mengalami negatif. Selain itu covid-19 akan mendorong pelemahan terhadap indeks saham pada bursa efek secara dosmetik. (kompas.com, 27/10/2020).

Fenomena di atas merupakan sumber keprihatin bagi investor dimana harus berhati-hati dan mempertimbangkan saat memilih saham. Ironisnya para investor bingung memilih saham turut juga mewarnai pergeseran indeks harga saham gabungan (IHSG) ditengah pandemi, undang-undang omnibus law belum rampung, dan hasil pilres AS ini.

Kondisi ini telah menyisakan masalah yang menjadi agenda utama kita mencarikan solusi kreatif dan menyeluruh. Apabila tidak segera diatasi maka pergeseran indeks harga saham gabungan ini akan mengalami melemah atau terulang kembali.

Investasi ini salah satu aset yang snabta berharga masa depan yang cerah, apalagi diabaikan. Para penanam modal ini butuh edukasi yang baik apalagi di era pandemi  secara kontinyu. Apalagi dengan libur panjang para investor cenderung mengalami keraguan dalam memilih saham dengan menunggu hasil pilres AS dan UU Omnibus law rampung. Dan membuat para investor berada posisi konsolidasi range yang terbatas sesaat.

Faktor Penyebab

Penyebab para investor saat ini sangatlah kompleks. Secara umum ada dua faktor utama yaitu teknikal analisis,fundamental,gejolak fluaktuasi, serta dampak-dampak pada isu-isu terkini. Selain itu teknikal analisis dan fundamental ini juga berdampak pada hasil pilres AS dan UU Omnibus law.

Indeks harga saham gabungan pun sangat terlihat sekali dari berbagai fenomena diatas. Karena indeks harga saham ini salah satu acuan dan indikator pada portofolio saham. Jangan sampai memilih saham secara asal-asalan akan mengakibatkan fatal atau kerugian besar bukan keuntungan.

Selain itu, indek saham salah satu parameter utama yang sebagai acuan tren di bursa efek indoensia (BEI) tersebut. Ketika indeks saham mengalami kenaikan maka  sebagian besar saham akan naik. Sebaliknya apabila indeks saham mengalami penurunan maka saham tersebut akan turun. Artinya bahwa saham itu sangat pengaruh sekali dalam memilih dan pergerakan indeks ini sangat cepat. Hal itulah butuh dengan menganalisis dan menghitung return dan resiko yang ada di dalam indeks.

Peran IHSG

Peran indeks harga saham gabungan ini sangat penting bagi investor. Karena indeks harga saham ini salah satu mengukur dan parameter untuk melihat harga-harga saham dengan melalui dua utama yaitu teknikal analysis dan fundamental. Minimal ada kontrol terhadap aktivitas pergerakan harga saham di bursa efek Indonesia (BEI) dengan mengetahui gerakan-gerakan selama trading tersebut.

Selain itu indeks harga saham juga salah satu mencerminkan kinerja pasar saham dan pengembangan oleh bursa efek indoensia. Pergerakan indeks harga saham selalu berubah-ubah dari pagi – sore makanya para media pun selalu memberitakan terkait pergerakan indeks harga saham tersebut. Karena indeks harga saham ini salah satu acuan, kinerja utama dan papan utama oleh BEI sendiri dan para investor juga.

Di sisi lain, indeks harga saham ini salah satu penanda pergerakan saham dan melihat pertumbuhan ekonomi seluruh global, terutama Indonesia. Memang banyak faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi tersebut. Namun, Indeks harga saham gabungan (IHSG) ini sangat memiliki peran besar bagi Indonesia untuk melihat pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Solusi

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebagai fenomena yang selalu diperbicangkan berbagai dialog manapun. Karena indeks harga saham gabungan ini salah satu tolak ukur untuk melihat pergerakan mengalami penurunan atau menaik. Oleh karena itu perlu membuat strategi yang bagus bagi para investor baik pemula maupun tidak secara serius terhadap solusi-solusi kreatif, agar saat memilih saham tidak asal-asalan.

Sebelum berinvestasi, para investor terlebih dahulu menentukan tingkat pengembalian (realisasi portofolio), ekspektasi portofolio, dan risiko portofolio. Tiga hal itu para investor harus mengetahui pengembalian return dan resiko berapa. Sedangkan menurut Khan 2012 dalam (Silim  Lusiana, 2013) indeks harga saham mempengaruhi dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Banyaknya hal yang dipengaruhi naik kinerja saham, salah satnya adalah faktor ekonomi seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan nilai tukar asing.

Oleh sebab itu, para investor harus memahami dan mengetahui pergerakan-pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan melalui beberapa analisis teknikal, fundamental, dan fluktuasi harga-harga saham. Apalagi, kondisi seperti ini lah yang harus kita ketahui dengan cara menghitung realiasi dan ekspektasi portofolio.